Friday, June 9, 2017

Kesabaran Dan Perjuangan Putri

Kesabaran Dan Perjuangan Putri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada sore itu Putri bermain dengan teman temannya di perkampungan yang ia tempati selama bertahun tahun itu. Banyak orang menyebutnya dengan Desa Pusi. Ia bersyukur bisa bertempat tinggal di Desa Pusi karena menurutnya kampungnya itu adalah perkampungan yang sangat bersih, warga warganya pun sangat bertanggung jawab atas kedisiplinan di kampung nya itu.

Setelah lama bermain-main, tiba tiba datanglah seorang wanita cantik berjilbab yang bernama Ibu Siti, itu adalah salah satu tetangga Putri, ia berlarian dan berteriak keras memanggil-manggil Putri.
“Putrii.. Putri..” suara keras Bu Siti terdengar di telinga Putri.
“ada apa Bu.. sepertinya ibu serius sekali memanggil nama saya.” Jawab Putri
“ibu kamu sakit di rumah nak, cepat kamu pulang..” gumam Bu Siti dengan raut wajah panik bercampur sedih.

Setelah mendengar berita tersebut Putri langsung menangis dan berlari secepat mungkin untuk kembali pulang ke rumahnya. Sesampai di rumah langsung saja tanpa basa basi ia membawa Ibunya ke Puskesmas terdekat. Ternyata saat di Puskesmas, Ibu Putri sudah tidak bisa diselamatkan lagi, ya jelas saja karena sudah lama Ibu Putri mempunyai penyakit kanker otak, karena faktor biaya Putri tidak bisa membiayai Ibunya untuk operasi sampai kanker otak stadium 4. Tetapi sekarang Ibunya sudah meninggal, saat itu Putri
... baca selengkapnya di Kesabaran Dan Perjuangan Putri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saturday, June 3, 2017

Kapsul Cita-Cita

Kapsul Cita-Cita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Matahari mulai terbit dari ufuk timur dan mulai menyelinap masuk menerobos jendela kamar Nia. Tak lama kemudian terdengar seseorang membuka pintu kamar Nia perlahan dan dengan suara lembutnya membangunkan Nia yang masih tertidur pulas.
“Nia… bangun sayang, sudah pagi. Nanti terlambat loh masuk sekolahnya.”
Nia pun perlahan mambuka matanya. “ehmmmmmmmhhh, Nia masih ngantuk ma.”
“Iya, tapi kamu harus bangun, lihat itu sudah jam 6 loh nanti kamu telat.”
Melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 6, Nia lekas bangun dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berseragam, Nia menuju ke meja makan untuk sarapan. Setangkap roti dan segelas susu menemani sarapannya hari ini.

“Nia berangkat dulu ya ma, pa.” Nia mencium pipi papa dan mamanya.
“Hari ini aku mau berangkat naik sepeda sama Rino.”
“Kalau begitu hati-hati ya.” sahut mama dan papa Nia serentak.
“Oke, ma..daaaa” Nia pun bergegas pergi.
Di luar pagar rumah Nia sudah tampak Rino menunggunya dengan sepeda birunya. Seperti hari-hari biasanya mereka memang sering berangkat sekolah bersama naik sepeda. Nia hidup di tengah keluarga yang kecil namun sangat bahagia dan harmonis. Mereka termasuk keluarga yang berkecukupan. Nia anak yang cukup mandiri di usianya yang baru menginjak 6 tahun. Ia anak yang ceria dan suka sekali memba
... baca selengkapnya di Kapsul Cita-Cita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Wednesday, January 1, 2014

Indonesian Migrant Community (IMC)/Komunitas Tenaga Migran Indonesia





IMC (indonesian migrant Community) adalah komunitas atau kumpulan orang orang yang 
bekerja di luar negara indonesia sebagai tenaga migrant indonesia di bidang apapun.

IMC (indonesian migrant community) ialah wadah kegiatan dan tempat bercerita, berbagi 

pengalaman, mengeluarkan keluh kesah dan berdiskusi dan merancang sebuah kegiatan 
yang bermanfaat bagi anggota khusus'nya dan sekitar'nya pada umum'nya.


IMC (indonesia migrant community) merupakan tempat dimana semua anggota bisa mengembang'kan potensi diri, mengasah keterampilan diri, memupuk rasa persaudaraan dan mempererat tali silaturahim sesama manusia dan makhluk tuhan.

IMC (indonesia migrant community) Group Facebook ialah tempat dimana semua anggota bisa menceritakan, mengusulkan, memberikan, meminta, dan merancang kegiatan yang akan di realisasi'kan ke dalam kehidupan nyata selama kegiatan tersebut tidak melanggar aturan hukum dan norma norma agama dan harus bersifat baik juga bermanfaat bagi semua anggota dan sekitar'nya...

website : www.imcweb.blogspot.com

Sunday, December 22, 2013

Kendaraan dari ke Brunei Darussalam via jalan darat, Pontianak

PERUM DAMRI - Kendaraan jalur darat dari Pontianak ke Brunei Darussalam




Monday, August 1, 2011

Pesan dari Presiden Paguyuban TKI Sedunia

Assalamualaikum Wr, Wb

Mengingat, menimbang, dan memperhatikan sampai saat ini aspirasi TKI belum terakomodasi sepenuhnya melalui suatu kelembagaan yang konstitusional maka, dipandang perlu adanya suatu konferensi TKI Sedunia untuk melahirkan satu resolusi yang terlembaga secara hukum dan diakui mutlak sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara, khususnya untuk kesejahteraan TKI, mantan TKI serta keluarga TKI yang berkesinambungan.

Maka dengan ini ditetapkan secara seksama bahwa Konferensi TKI Sedunia perlu segera dilaksanakan selambat-lambatnya pada bulan Mei tahun 2012.

Demikian untuk dapat dilaksanakan sesuai dengan amanat penderitaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Wassalamualaikum Wr, Wb
Presiden Paguyuban TKI Sedunia

MENGHADAPI TANGTANGAN GLOBAL MELALUI KEBERADAAN BANGSA INDONESIA DI LUAR NEGERI -PERTAMA

Dunia telah mengakui bahwa Indonesia merupakan salah-satunya Negara yang memiliki kekayaan yang paling lengkap di dunia, baik dari segi kekayaan sumber alam, sumber tenaga manusia, budaya, suku bangsa dan juga bahasa. Namun dari kekayaan yang dimiliki tersebut, apalagi di era globalisasi dan era peradaban baru yaitu peradaban teknologi informasi dan komunikasi, bangsa Indonesia belum tentu bisa menikmatinya, karena sebagian besar bangsa Indonesia masih belum mampu memanfaatkan potensi secara maksimal untuk bersaing dengan Negara-negara maju yang sudah bisa membangun bangsanya dengan wawasan dan kemampuan berfikir global, termasuk kemampuan berkompetisi dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi.

Namun demikian, perlu kita garis bawahi, bahwa kita sebagai bangsa Indonesia jangan terlalu terobsesi dengan rasa ketakutan dari gelombang kompetisi yang dihembuskan oleh Negara-negara maju yang sudah menguasai peradaban era teknologi informasi dan komunikasi, kerena kita masih memiliki kekuatan dan potensi besar yang tersembunyi dan tidak dimiliki bangsa lain untuk berkompetisi di era globalisasi dan perdagangan bebas dunia yang telah bergulir sekarang ini.

Diantara salah satu potensi yang tersembunyi yang belum tergali dan tersentuh sama sekali yaitu dari keberadaan bangsa Indonesia di luar negeri, yang tersebar di berbagai belahan dunia, khususnya di negara maju dan berkembang, bahkan mereka juga berada di negara miskin yang ditempatkan melalui misi diplomatik maupun dalam kerangka misi kemanusian. Keberadaan bangsa Indonesia di luar negeri bukan saja dapat membaur dan diterima dalam lingkungan masyarakat setempat, tetapi mereka juga berada ditengah-tengah keluarga.

Jumlah bangsa Indonesia di luar negeri walaupun belum ada angka yang pasti untuk menyebutkan berapa jumlahnya, namun secara keseluruhan dapat dikatakan jumlahnya cukup besar yaitu di atas angka tiga juta. Dalam pada itu, berdasarkan kategori dari keberadaan bangsa Indonesia di luar negeri, secara garis besar dapat dikategorikan menjadi 6 komunitas yaitu : komunitas diplomat dan staf KBRI; komunitas pelajar dan mahasiswa; komunitas pedagang dan pengusaha; komunitas pekerja (tenaga kerja Indonesia); komunitas perkawinan campuran; dan komunitas berdasarkan garis keturunan atau ras dari salah satu suku bangsa di Indonesia.

Dari keberadaan bangsa Indonesia inilah, yang kemungkinan besar bisa membawa bangsa Indonesia untuk tetap bisa bertahan dan berkompetisi dalam arus globalisasi dan perdagangan bebas dunia yang penuh tantangan untuk membawa bangsanya dalam mencapai kemakmuran, sebagaimana cita-cita para pejuang pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercermin dalam palsafah dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 45 yaitu kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh bangsa Indonesia.

MASYARAKAT INDONESIA DI LUAR NEGERI

Kehadiran keturunan-keturunan suku bangsa Indonesia di luar negeri sudah ada sejak beratus-ratus tahun yang lampau, khususnya di negara-negara yang memiliki hubungan politik dan perdagangan dengan negara kolonial yang pernah menjajah yang namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia sekarang ini. yaitu Belanda, Portugis, Inggris dan Jepang.

Sebagai contoh menurut ahli-ahli sejarah, orang Indonesia pertama yang tiba di Afrika Selatan terdiri atas budak-budak atau pekerja paksa yang diangkut ke sana oleh pemerintah Hindia Belanda. Menurut arsip museum di Bo-Kaap, selama periode 1652 sampai 1808 tercatat 4.890 budak yang tiba di Cape Town, di antaranya 1.033 berasal dari Indonesia.

Di akhir 1800an Belanda mulai mendatangkan para kuli kontrak asal Jawa, India dan Tiongkok. Orang Jawa awalnya ditempatkan di Suriname tahun 1880-an dan dipekerjakan di perkebunan gula dan kayu yang banyak di daerah Suriname. Orang Jawa tiba di Suriname dengan banyak cara, namun banyak yang dipaksa atau diculik dari desa-desa. Tak hanya orang Jawa yang dibawa, namun juga ada orang-orang Madura, Sunda, Batak, dan daerah lain yang keturunannya menjadi orang Jawa semua di sana. Orang Jawa menyebar di Suriname, sehingga ada desa bernama Tamanredjo dan Tamansari.

Bermula dari aturan “Koeli Ordonantie” pada 1880 yang mengatur hubungan kerja antara buruh dan majikan untuk menjamin ketersediaan tenaga kerja di perkebunan Belanda di Sumatra, Prancis kemudian meminta buruh untuk pertambangan nikel dan perkebunan di NC, maka dikirimlah 170 pekerja dari Pulau Jawa dan tiba di NC pada 16 Februari 1896.

Namun semenjak berdirinya negara Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, suku-suku bangsa dari Indonesia yang tinggal di luar negeri ada yang kembali ke tanah pangkuan pertiwi yaitu Republik Indonesia, dan juga ada terus menetap di luar negeri dan menjadi warga negara dimana mereka saat itu berada. Namun demikian kalau hubungan ras atau kesukuan, mereka masih tetap mengakui dirinya sebagai warga kesukuan dari suku bangsa di Indonesia.

Sejak Indonesia Merdeka, kehadiran bangsa Indonesia diluar negeri dari tahun-ketahun semakin bertambah dan semakin membaur diberbagai lapisan masyarakat diluar negeri, mulai dari level rumah tangga sampai kepada level birokrasi di pemerintahan.

Sampai sejauh ini angka pasti jumlah WNI di luar negeri belum bisa dihitung secara pasti, namun berdasarkan perkiraan dari berbagai sumber, jumlah WNI di luar negeri tidak akan kurang dari 5 juta orang. Dari jumlah tersebut sebagian besar WNI yang tinggal di luar negeri berstatus sebagai tenaga kerja migran, yang tersebar diberbagai sektor dan keterampilan dan keahlian, baik formal maupun informal.

By Presiden Paguyuban TKI Sedunia

Wednesday, February 9, 2011

WNI Ditangkap Karena Overstay dan Bekerja Tanpa Visa

Seorang WNI ditangkap Jabatan Imigrasi Kuala Belait karena menyalahgunakan visa kunjungannya untuk bekerja di salah satu perusahaan sebagai Pengawas Akuntansi. Yang bersangkutan diketahui telah bekerja sejak bulan Nopember 2010. Untuk sementara, WNI tersebut diberikan pass sementara untuk proses penyelidikan pihak Imigrasi.

Sementara seorang lagi WNI yang overstay atau melebihi batas ijin tinggal/kerja di Brunei ditangkap oleh Jabatan Imigrasi di tempat dia bekerja. Diketahui bahwa WNI tersebut memiliki bisa kerja namun telah melewati batas ijin bekerja sejak tahun 2004.

Yang bersangkutan berusaha untuk mengelabui pejabat Imigrasi Brunei dengan memberikan salinan paspor orang lain. Namun dia mengakui bahwa paspornya telah lama hilang. Untuk sementara yang bersangkutan ditahan di penjara untuk proses sidang ke Mahkamah, sementara majikannya telah dikirim surat panggilan oleh pihak Jabatan Imigrasi. Yang bersangkutan menurut peraturan dan undang-undang keimigrasian Brunei Darussalam telah melanggar KUHP Baba 15 (1) Paragraf 7, yakni melebihi batas tinggal/bekerja di Brunei Darussalam.